Langsung ke konten utama

Ide Petani Muda Lahirkan Pertanian Organik

Generasi Petani adalah Penerus pertanian, anak petani adalah generasi petani. Para Petani melahirkan Pangan juga harus mampu melahirkan generasinya. Petani di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan saat ini telah lahir untuk menciptakan ruang dan nuangsa baru bagi pertanian.

Pertanian Organik menjadi daya tarik yang akan dijalankan dan terus dikampanyekan, demi mewujudkan hasil pertanian yang sehat dan keberlanjutan pertanian tetap bisa berlanjut.

Pertanian organic saat ini masih tertidur pulas perlu di bangunkan dan di sadarkan bahwa pertanian organic adalah system yang harus berjalan dan dijalankan oleh masyarakat petani di kampung – kampung.

Ketika berbicara pertanian organic tidak ada satupun yang mengatakan kita akan rugi jika bertani organic, keuntungan dan hanya untung yang akan kita temui jika bertani organic.

Ide Para Petani Muda yang ada di Gowa yakni Mewujudkan Pertanian Gowa Go Organik, ide ini sudah berjalan sejak 2014 lalu. belum banyak nilai keberhasilan yang Nampak, belum banyak omzet yang bisa di hitung, tetapi optimis dan konsisten tetap tertanam kepada jiwa – jiwa petani Gowa bahwa sebuah keberhasilan berasal dari sebuah proses.
2014 – 2018 yang bisa di catat adalah identitas pertanian yang ada sudah memasuki kata Semi Organik, petani sudah bisa menyeimbangkan antara penggunaan bahan kimia dan bahan organic, pertanian telah imbang dalam penggunaan obat – obat pertanian.
Pertanian Organik hanyalah persoalan waktu, kita akan mencapai puncak karena pertanian organic adalah sebuah keharusan. Tanah yang tidak produktif lagi akan kembali menjadi petani organic, pemasaran yang luas dibutuhkan system organic.

Upaya ini juga didukung oleh Toko Tani Organik, sebagai penyedia kebutuhan pertanian organic, dan di edukasi oleh Rumah Baca di setiap dusun. Satu Dusun Satu Rumah Baca.

Fungsi dari Rumah Baca adalah menjadi ruang belajar dan diskusi bagi petani di setiap dusun. Proses belajar inilah yang nantinya akan mengantarkan petani menjadi masyarakat petani yang cerdas dan bijak dalam mengolah sumber daya alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Pertanian Organik dan Konvensional

Pertanian Organik dan konvensional Pada dasarnya kedua sistem pertanian ini menggunakan teknik sama, namun yang membedakan adalah penggunaan bahan untuk membantu proses pertumbuhan dan hasil tanaman. Apabila dengan sistem organik bahan-bahan yang digunakan relatif aman karena berbahan dasar dari alam sedangkan sistem konvensional lebih cenderung menggunakan bahan-bahan kimia untuk mempercepat proses panen tanaman. Hal tersebut adalah perbedaan utama dari sistem pertanian organik dan konvensional. Adapun secara lebih spesifik lagi, perbedaan dua sistem pertanian ini bisa dilihat dari dua aspek yaitu kelanjutan ekosistem dan hasil. Adapun untuk kelanjutan ekosistem, perbedaan antara dua sistem pertanian ini tampak dalam: Prioritas, apabila konvensional lebih mengutamakan kuantitas produksi tanaman sedangkan organik lebih cenderung memperhatikan kestabilan ekosistem dan keseimbangan unsur-unsur dalam tanah, Sifat, dalam sistem organik keharmonisan antara ekosistem dan tanaman alami se...

Ratusan Mahasiswa Polbangtan Gowa Study Pertanian di Desa Kanreapia Tombolo Pao Gowa

  Sekitar 245 Mahasiswa Tk. I dan II program studi D-IV Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan kunjungan praktik lapangan di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolopao Malino Kabupaten Gowa (19/06).

Lahan Pertanian Kanreapia Jadi Tempat Belajar Pemuda Bine

  Beberapa tahun terakhir lahan pertanian Kanreapia menjadi kunjungan study pertanian, lahan - lahan pertanian menjadi tempat belajar, tempat diskusi dan jelajah desa Kanreapia