Langsung ke konten utama

Inilah Alur Penyaluran Pupuk Subsidi Ke Petani

PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI Pelaksanaan  pengadaan  dan  penyaluran  Pupuk  Bersubsidi  sampai ke  Petani/Petambak  dan/atau  Kelompoktani  melalui  Penyalur  di  Lini  IV dilakukan  sesuai  dengan  ketentuan  Peraturan  Menteri  Perdagangan tentang  Pengadaan  dan  Penyaluran  Pupuk  Bersubsidi  Untuk  Sektor Pertanian yang berlaku. Penyaluran  Pupuk  Bersubsidi  untuk  Sektor  Pertanian  oleh  Penyalur di  Lini  IV  ke  Petani/Petambak  dan/atau  Kelompoktani  diatur  sebagai berikut: a.  Penyaluran  Pupuk  Bersubsidi  oleh  Penyalur  di  Lini  IV  ke Petani/Petambak  dan/atau  Kelompoktani  dilaksanakan  sesuai dengan  ketentuan  Peraturan  Menteri  Perdagangan  tentang Pengadaan  dan  Penyaluran  Pupuk  Bersubsidi  Untuk  Sektor Pertanian  yang  berlaku  dan  dibuktikan  dengan  catatan  dan/atau nota pembelian kepada Petani/Petambak dan/atau Kelompoktani. b.  Penyaluran  Pupuk  Bersubsidi  sebagaimana  dimaksud  pada  huruf  a memperhatikan kebutuhan Petani/Petambak  dan/atau Kelompoktanidan alokasi di masing-masing wilayah. - Untuk  kelancaran  penyaluran  Pupuk  Bersubsidi  di  Lini  IV  ke Petani/Petambak  dan/atau  Kelompoktani  sebagaimana  dimaksud  pada, Dinas  Provinsi  dan  Kabupaten/Kota  berkoordinasi  dengan kelembagaan  penyuluhan  tingkat  Provinsi  dan  Kabupaten/Kota  guna melakukan  pendataan  RDKK  di  wilayahnya,  sebagai  dasar  pertimbangan dalam  pengalokasian  Pupuk  Bersubsidi  sesuai  alokasi   - Optimalisasi  pemanfaatan  Pupuk  Bersubsidi  di  tingkat  Petani,  Petambakdan/atau  Kelompoktani  dilakukan  melalui  pendampingan  penerapan Pemupukan Berimbang spesifik lokasi oleh Penyuluh. -  Pengawasan penyaluran  Pupuk Bersubsidi  di Lini IV ke  Petani/Petambak dan/atau  Kelompoktani  dilakukan  oleh  petugas  pengawas  yang  ditunjuk sebagai satu kesatuan dari KPPP di kabupaten/kota. - Dinas  yang  memperoleh  alokasi  dana  Dekonsentrasi  dan  Tugas Pembantuan  Kegiatan  Pendampingan  Verifikasi  dan  Validasi  P Penyaluran.
Pupuk Bersubsidi, melaporkan hasil verifikasi dan validasi  penyaluran  pupuk  bersubsidi  setiap  bulannya  kepada  Direktur Jenderal. -  Hasil  verifikasi  dan  validasi  penyaluran  pupuk  bersubsidi  sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (6)  dilengkapi  dengan  Surat  Pernyataan  Tanggung Jawab Mutlak oleh Kepala Dinas. - Pelaksanaan  verifikasi  dan  validasi  penyaluran  pupuk  bersubsidi sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (6)  dilakukan  sesuai  Petunjuk Pelaksanaan  Verifikasi  dan  Validasi  Penyaluran  Pupuk  Bersubsidi   - Pelaksana Subsidi yaitu, Penyalur di  Lini  III  dan  Penyalur  di  lini  IV  wajib  menjamin  ketersediaan  Pupuk Bersubsidi  saat  dibutuhkan  Petani,  Petambak  dan/atau  Kelompoktani  diwilayah tanggung jawabnya sesuai ketentuan yang berlaku. - Untuk  menjamin  ketersediaan  Pupuk  Pelaksana  Subsidi  Pupuk  berkoordinasi  dengan  Dinas  Provinsi  dan Kabupaten/Kota  untuk  penyerapan  Pupuk  Bersubsidi  sesuai  ketentuan yang berlaku.

Sumber : MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Pertanian Organik dan Konvensional

Pertanian Organik dan konvensional Pada dasarnya kedua sistem pertanian ini menggunakan teknik sama, namun yang membedakan adalah penggunaan bahan untuk membantu proses pertumbuhan dan hasil tanaman. Apabila dengan sistem organik bahan-bahan yang digunakan relatif aman karena berbahan dasar dari alam sedangkan sistem konvensional lebih cenderung menggunakan bahan-bahan kimia untuk mempercepat proses panen tanaman. Hal tersebut adalah perbedaan utama dari sistem pertanian organik dan konvensional. Adapun secara lebih spesifik lagi, perbedaan dua sistem pertanian ini bisa dilihat dari dua aspek yaitu kelanjutan ekosistem dan hasil. Adapun untuk kelanjutan ekosistem, perbedaan antara dua sistem pertanian ini tampak dalam: Prioritas, apabila konvensional lebih mengutamakan kuantitas produksi tanaman sedangkan organik lebih cenderung memperhatikan kestabilan ekosistem dan keseimbangan unsur-unsur dalam tanah, Sifat, dalam sistem organik keharmonisan antara ekosistem dan tanaman alami se...

Ratusan Mahasiswa Polbangtan Gowa Study Pertanian di Desa Kanreapia Tombolo Pao Gowa

  Sekitar 245 Mahasiswa Tk. I dan II program studi D-IV Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan kunjungan praktik lapangan di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolopao Malino Kabupaten Gowa (19/06).

Lahan Pertanian Kanreapia Jadi Tempat Belajar Pemuda Bine

  Beberapa tahun terakhir lahan pertanian Kanreapia menjadi kunjungan study pertanian, lahan - lahan pertanian menjadi tempat belajar, tempat diskusi dan jelajah desa Kanreapia