Langsung ke konten utama

Indonesia Krisis Petani, Minat Generasi Muda Pada Sektor Pertanian Rendah

[Indonesia krisis Petani]

Jakarta | Jurnal Asia
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menyatakan, Indonesia ke depan menghadapi ancaman kehilangan petani. Hal tersebut akibat rendahnya minat generasi muda terhadap usaha di sektor pertanian.

Menurut Kepala BPPSDMP Pending Dadih Permana penilaian bahwa usaha di sektor pertanian tidak mampu memberikan keuntungan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kalangan pemuda enggan menggeluti usaha pertanian.

“Saat ini memang diciptakan pandangan terhadap generasi muda bergerak di sektor industri lebih menguntungkan. Nantinya Indonesia akan kehilangan petani,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/5). Pending menyatakan ada negara-negara yang tidak menginginkan Indonesia kuat dan berdaulat di sektor pertanian, sehingga kemudian menciptakan pandangan bahwa sektor pertanian tidak menguntungkan agar generasi muda tak mau masuk di sektor ini.

“Kalau generasi muda kuat, ini merupakan kekuatan yang masif (untuk pertanian Indonesia),” ujarnya. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan minat generasi muda ke sektor pertanian harus dilakukan dengan perencanaan yang intensif tidak dibiarkan berjalan begitu saja.

Terkait hal itu, menurut Kepala BPPSDMP, pihaknya pada tahun ini mengembangkan program Penumbuhan Wirausahawan Muda di Bidang Pertanian guna meningkatkan minta generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha perlu dilakukan pembekalan mental wirausaha, membuka kesempatan ber­wirausaha seluas-luasnya dan mem­bantu mempermudah akses ter­hadap aspek pendukung dalam usahanya,” tuturnya.

Melalui program ini, setiap kelompok akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp35 juta sebagai pendorong awal dalam kegiatan berwirausaha di sektor pertanian. “Nantinya kelompok-kelompok wirausaha muda ini akan kita hubungkan dengan lembaga pemberdayaan usaha yang lain,” imbuhnya.

Pending menyatakan, saat ini terdapat 14 perguruan tinggi yang terlibat untuk mendukung program Penumbuhan Wirausahawan Muda di Bidang Pertanian tersebut. Sebanyak 2.000 mahasiswa siap dilibatkan dalam program tersebut atau sekitar 500 kelompok jika setiap kelompoknya beranggotakan dua hingga tiga orang.

“Kelompok-kelompok wirau­sahawan muda ini nantinya diarahkan mengembangkan usaha dari hulu hingga hilir dan saling terkait satu kelompok dengan kelompok lainnya, bukan justru bersaing atau saling mematikan,” tegasnya.

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk membuat program-program tematik terkait pemberdayaan pemuda di sektor pertanian.

Sumber Petani Berdasi

#Petani Gowa
#Gapoktan Butta Gowa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuan Pembangunan Pertanian Dimasa Kini dan Masa Mendatang

Secara umum tujuan pembangunan pertanian adalah sbb : Meningkatkan produksi untuk memantapkan ketersediaan pangan guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dari segi jumlah, kualitas dan harga terjangkau. Meningkatkan pendapatan petani dengan mengembangkan sistem usaha tani yang berwawasan agribisnis agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, berproduktivitas tinggi dan efisien. Secara khusus tujuan pembangunan pertanian adalah : Meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produktivitas, efisiensi usaha dan perbaikan sistem pemasaran dengan pengenlan tekhnologi, penguatan kelembagaan, peningkatan manajemen usaha dan penyediaan informasi pasar; Meningkatkan produksi  pangan sumber karbohidrart untuk memantapkan ketahanan pangan secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terus meningkat; Meningkatkan produksi pangan sumber protein guna mendorong peningkatan gizi masyarakat seperti kacang-kacangan dan  peternakan; Mendorong terciptanya kesempata…

Sayur Tumis Daun Markisa

Sayur khas Tombolo Pao.
Gangang Tumisi raung Tembang.(Sayur tumis daun markisa)Ayo Lestarikan Buah Markisa.#petaniGowa

Kerajinan Tangan Dari Bambu Seperti Asbak dan Pot Bunga Menjadi Aktifitas Pemuda Lappara

Usaha pengolahan kerajinan tangan dari bambu belakangan juga mulai berkembang dengan cukup pesat, tingginya minat masyarakat atas karya seni dari bambu membuat usaha ini semakin berkembang pesat sehingga mulai di lirik oleh banyak kalangan.Kebanyakan orang boleh menyukai produk produk yang terbuat dari bambu karena akan nampak natural dan membuat suasana rumah menjadi tenang dan sejuk. Banyak sekali jenis produk yang dapat dihasilkan dari bahan bambu misalnya miniatur kapal, meja, kursi, rak buku.Di Lappara Tombolo Pao saat ini melahirkan kreatifitas dengan membuat asbak dan pot bunga dari Bambu.Ini adalah salah satu upaya anak muda, putra daerah membangun daerahnya dengan memanfaatkan bahan - bahan alam menjadi satu kreatifitas yang bermanfaat untuk kebutuhan manusia.