Langsung ke konten utama

Kemerdekaan Kaum Tani

Arti Kemerdekaan Bagi Kaum Tani Arti merdeka tentu mempunyai nilai dan makna yang sangat dalam dan kuat, merdeka adalah harapan dan keinginan semua orang, terlebih kepada Bangsa dan Negara, persepsi dan cara memaknai arti merdeka juga tentu mempunyai pandangan yang berbeda. Proklamasi  kemerdekaan Bangsa Indonesia pada Tahun 1945, menjadi semangat yang selalu menggelora dan tertanam dalam anak Bangsa. Kaum Tani dalam kemerdekaan melihat penjajahan dalam system pertanian yang tidak sehat, berbahaya dan meracuni anak bangsa. Produk – produk berbahaya di ciptakan, di produksi dan di pasarkan kepada kaum tani. Bahan – bahan berbahaya tersebut kemudian di gunakan dalam memproduksi pangan yang nantinya akan di konsumsi oleh bangsa Sendiri. Ladan Kaum Tani di jadikan sasaran Pemasaran bahan – bahan yang berbahaya, yang akan melahirkan pangan yang tidak sehat. Kita mengetahui hal ini, tetapi kita diam, kita gunakan dan bahkan kita konsumsi hasil dari olahan bahan – bahan berbahaya tersebut. Pertanyaannya apakah perusahaan – perusahaan yang memproduksi bahan – bahan berbahaya masih mau mengkonsumsi Pangan yang mereka ketahui berbahaya…..? Sepertinya tidak….! Bukan karena tembakan, bukan karena bom, tetapi kami di bunuh oleh racun yang mengalir dalam aliran darah, lambung dan tubuh kami. Racun itu justru tak mampu di lawan, karena dia akan menjadi bom waktu yang akan mematikan, Merusak dan melahirkan penyakit. Kami di jajah oleh pestisida kimia yang menjadi kebutuhan dan ketergantungan pada pertanian kami, yang akhirnya merusak Unsur hara tanah, Membunuh Musuh alami, dan pertanian tidak bisa di wariskan. Unsur Hara tanah menurun, mengakibatkan produktifitas pertanian menurun, membunuh musuh alami yang mengakibatkan dosis penggunaan pestisida kimia bertambah, yang akhirnya membunuh musuh alami (predator), pertanian tidak bisa di wariskan karena lahan tidak produktif, akibat lingkungan tidak sehat. Penjajahan itu tidak Nampak, tidak terasa tetapi akan berdampak kepada generasi Bangsa, keberlanjutan pertanian, dan ketersediaan pangan yang sehat. Sehingga sebelum terlalu lama kita di jajah oleh Racun yang mematikan, Ayo kita menuju Pertanian yang sehat dan ramah Lingkungan Yakni Bertani Organik. DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE – 71. #Untaian Kata Untuk BangsaKu Menuju Pangan yang Sehat, dan Bangsa yang Sehat.

#Jamaluddin Dg Abu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Pertanian Organik dan Konvensional

Pertanian Organik dan konvensional Pada dasarnya kedua sistem pertanian ini menggunakan teknik sama, namun yang membedakan adalah penggunaan bahan untuk membantu proses pertumbuhan dan hasil tanaman. Apabila dengan sistem organik bahan-bahan yang digunakan relatif aman karena berbahan dasar dari alam sedangkan sistem konvensional lebih cenderung menggunakan bahan-bahan kimia untuk mempercepat proses panen tanaman. Hal tersebut adalah perbedaan utama dari sistem pertanian organik dan konvensional. Adapun secara lebih spesifik lagi, perbedaan dua sistem pertanian ini bisa dilihat dari dua aspek yaitu kelanjutan ekosistem dan hasil. Adapun untuk kelanjutan ekosistem, perbedaan antara dua sistem pertanian ini tampak dalam: Prioritas, apabila konvensional lebih mengutamakan kuantitas produksi tanaman sedangkan organik lebih cenderung memperhatikan kestabilan ekosistem dan keseimbangan unsur-unsur dalam tanah, Sifat, dalam sistem organik keharmonisan antara ekosistem dan tanaman alami se...

Lahan Pertanian Kanreapia Jadi Tempat Belajar Pemuda Bine

  Beberapa tahun terakhir lahan pertanian Kanreapia menjadi kunjungan study pertanian, lahan - lahan pertanian menjadi tempat belajar, tempat diskusi dan jelajah desa Kanreapia

PT Natural Nusantara Dukung Pertanian Gowa Go Organik

PT. Natural Nusantara adalah perusahaan yang memproduksi pupuk organik, baik P.O.C. Pestisida Organik dan Fungisida organik, berkomitmen membantu pertanian Gowa menuju pertanian Organik, yaitu melihat Kuantitas, kualitas dan Kelestarian