Langsung ke konten utama

CHINA - MALAYSIA BANGUN SAWAH 20 T, DI INDONESIA

[NATUNA DAN KEDAULATAN PANGAN]

Ya... Natuna memang sedang memanas, tetapi persoalan pangan dalam negeri sesungguhnya jauh lebih panas. Kedua permasalahan tersebut memiliki jawaban yang sama, bukan bertahan melainkan BERDAULAT ! ! !

Perusahaan China-Malaysia Bangun Sawah Rp 20 Triliun di Indonesia "bagaimana nasib petani indonesia"

Kelompok agribisnis China-Malaysia tengah berupaya membangun lahan persawahan dan proyek pengolahan terpadu pada November mendatang di Indonesia. Dengan dana investasi US$ 2 miliar (Rp 20,3 triliun), perusahaan China ini berharap bisa memasuki pasar berkembang di tanah air sekaligus memenuhi pasokan beras domestik.

perusahaan perkebunan China Liaoning Wufeng Agricultural telah menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan Malaysian Amarak Group dan perusahaan lokal Indonesia, Tri Indah Mandiri.

Wufeng merupakan pemodal utama dalam rencana pengembangan dan pengolahan padi dan kedelai di Subang, Jawa Barat, Indonesia. Amarak diketahui berkontribusi sebesar 20% dari investasi awal di tanah air tersebut. Sebuah laporan menyatakan jumlah investasi tersebut bisa berkembang mencapai US$ 5 miliar (Rp 50,8 triliun).

CEO Wufeng, Ma Dian Cheng mengatakan perusahaannya akan segera mendirikan anak perusahaan lokal lain atas nama Wufeng di dalam negeri. Tujuannya adalah untuk mempermudah pengadaan beberapa fasilitas proses pengolahan beras terpadu dengan Amarak.

Ma mengatakan 80% dari produksi kelompok perusahaan tersebut akan memenuhi pasar Indonesia. Perusahaan tersebut diketahui akan memproduksi cuka dan minyak dari olahan padi.

Setelah ekstraksi minyak, sekam akan dibakar dan bisa menghasilkan listrik untuk keperluan penggilingan padi. Sementara hasi penggilingan padi dengan silika sendiri dapat digunakan untuk manufaktur ban.

"Dengan fasilitas pengolahan kami, tak ada satupun yang terbuang. Kami adalah perintis dari berbagai teknologi di China dan kami ingin berbagi manfaat teknologi tersebut pada Indonesia," jelas Ma.

Dia lebih lanjut menjelaskan, investasi di Indonesia dapat berkisar di harga US$ 1 miliar hingga US$ 2 miliar yang diperuntukan bagi berbagai penelitian teknis.

Tri Indah sendiri tengah bekerja sama dengan para petani lokal guna menyiapkan 50 ribu hektare (ha) lahan percobaan di Jawa Barat.

Ma mengatakan perusahaan akan berkolaborasi dengan sejumlah universtias lokal untuk mengembangkan teknologi pengolahan padi dan menghasilkan beras berkualitas tinggi.

Sementara Wufeng berencana mengimpor sebagian besar mesin pengolahannya dari China dan menggeser semua mesin lokal yang ada. Ma memastikan kualitas mesinnya lebih baik daripada yang ada di Indonesia.

Sejak didirikan pada 2000, Wufeng memiliki 24 lahan dan 2 ribu karyawan di provinsi Liaoning, China. Perusahaannya terus gencar melakukan perluasan bisnis ke Thailand, Vietnam, Kamboja dimana banyak padi ditanam untuk memasok kebutuhan beras di kawasan China daratan.

Proyek di Indonesia akan menjadi usaha patungan Wufeng yang pertama dan diharapkan dapat memenuhi pasar luar negeri. Direktur Amarak Saadiah Osman mengatakan, usaha patungannya tersebut akan menyediakan modal untuk menggarap lebih dari satu juta hektare lahan persawahan di Indonesia.

Ma mengatakan rencananya untuk tinggal di Indonesia dalam waktu lama mengingat investasi agrikultur membutuhkan kesabaran untuk memperoleh return.

"Kami akan tinggal di Indonesia, karena negara ini pun menyambut baik niat kami," ujar Ma. Dari penawaran saham perdananya pada publik di Shanghai atau Hong Kong tahun ini, dia berencana menambah investasinya sebesar US$ 1 miliar.

Bagaimana nasib petani Indonesia?

Sumber: petani Berdasi

Petani Gowa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuan Pembangunan Pertanian Dimasa Kini dan Masa Mendatang

Secara umum tujuan pembangunan pertanian adalah sbb : Meningkatkan produksi untuk memantapkan ketersediaan pangan guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dari segi jumlah, kualitas dan harga terjangkau. Meningkatkan pendapatan petani dengan mengembangkan sistem usaha tani yang berwawasan agribisnis agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, berproduktivitas tinggi dan efisien. Secara khusus tujuan pembangunan pertanian adalah : Meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produktivitas, efisiensi usaha dan perbaikan sistem pemasaran dengan pengenlan tekhnologi, penguatan kelembagaan, peningkatan manajemen usaha dan penyediaan informasi pasar; Meningkatkan produksi  pangan sumber karbohidrart untuk memantapkan ketahanan pangan secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terus meningkat; Meningkatkan produksi pangan sumber protein guna mendorong peningkatan gizi masyarakat seperti kacang-kacangan dan  peternakan; Mendorong terciptanya kesempata…

Sayur Tumis Daun Markisa

Sayur khas Tombolo Pao.
Gangang Tumisi raung Tembang.(Sayur tumis daun markisa)Ayo Lestarikan Buah Markisa.#petaniGowa

Kerajinan Tangan Dari Bambu Seperti Asbak dan Pot Bunga Menjadi Aktifitas Pemuda Lappara

Usaha pengolahan kerajinan tangan dari bambu belakangan juga mulai berkembang dengan cukup pesat, tingginya minat masyarakat atas karya seni dari bambu membuat usaha ini semakin berkembang pesat sehingga mulai di lirik oleh banyak kalangan.Kebanyakan orang boleh menyukai produk produk yang terbuat dari bambu karena akan nampak natural dan membuat suasana rumah menjadi tenang dan sejuk. Banyak sekali jenis produk yang dapat dihasilkan dari bahan bambu misalnya miniatur kapal, meja, kursi, rak buku.Di Lappara Tombolo Pao saat ini melahirkan kreatifitas dengan membuat asbak dan pot bunga dari Bambu.Ini adalah salah satu upaya anak muda, putra daerah membangun daerahnya dengan memanfaatkan bahan - bahan alam menjadi satu kreatifitas yang bermanfaat untuk kebutuhan manusia.